PALTV.CO.ID- Menghadapi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El-Nino, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan varietas padi gogo yang tahan terhadap lahan kering.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gagal panen pada puncak musim kemarau tahun 2026.
Dengan luas lahan baku sawah mencapai 519.482 Hektare, Provinsi Sumatera Selatan menargetkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2026 mencapai 4 juta ton.
Bahkan hingga pertengahan Mei 2026, produksi GKG di Sumsel tercatat telah melampaui 2,2 juta ton.
Namun demikian, potensi kemarau akibat fenomena El-Nino diperkirakan akan berdampak pada lahan rawa lebak dan lahan pasang surut di Sumatera Selatan. Sedikitnya 150 ribu hektare lahan yang memasuki masa tanam diprediksi terdampak kekeringan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan bibit padi dengan varietas padi gogo yang tahan terhadap cekaman kekeringan.

“Dengan adanya ramalan dari BMKG adanya kemarau dengan El Nino, ada beberapa kabupaten yang karakteristiknya lebak mempunyai curah hujan dibawah normal, sehingga lahan yang tergenang akan surut dan potensi ini ada sekitar 150 ribu hekatar lahan di Sumsel yang akan berpotensi tanam” kata Bambang Pramono.

Selain menyiapkan varietas tahan kering, pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan musim kemarau guna menjaga stabilitas produksi Padi di Sumatera Selatan.
“Dan target dari pak Gubernur, ditahun 2026 ini produksi di Sumatera Selatan mencapai 4 juta ton, dan sampai 2029 ditargetkan dapat mencapai 5 juta ton Gabah Kering Giling” tambah Bambang Pramono
Sementara itu, pada tahun 2025 produksi beras di Sumatera Selatan mencapai 2,1 juta ton. Dengan jumlah konsumsi beras per tahun sebesar 840 ribu ton, Sumsel mengalami surplus beras hingga 1,3 juta ton yang turut mendukung kebutuhan beras nasional.
