PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjadikan konsep “Sumsel Interkoneksi” sebagai fokus pembangunan daerah dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumatera Selatan ke-80.
Fokus tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Sumsel, sebagai upaya mewujudkan pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di seluruh wilayah Sumsel.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memaparkan sejumlah capaian kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan selama beberapa tahun terakhir.
Salah satunya yakni penurunan angka kemiskinan hingga berada di angka 9,85 persen atau menjadi satu digit.
Selain itu, Sumatera Selatan juga berhasil menjadi salah satu provinsi lumbung pangan nasional dengan produksi gabah menempati peringkat ketiga secara nasional. Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Sumsel tercatat mencapai 5,35 persen dan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

“Alhamdulillah atas doa bersama Sumsel sudah berusia 80 tahun, saya ucapkan terimakasih dari semua pihak capaian ini tidak luput dari kera sama yang baik dari Forkopimda, masyarakat dan DPR, bupati dan walikota” kata Herman Deru
Menurut Herman Deru, capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang terintegrasi antarwilayah dalam konsep Sumsel Interkoneksi.
“Target kita, harus lebih baik dari hari ini secara statistik, tapi kita tetap fokus dalam tekat kita menuju Sumsel Interkoneksi” tambah Herman Deru

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, mengatakan momentum HUT Sumsel ke-80 dengan tema “Sumsel Tangguh, Maju Lebih Cepat” harus menjadi semangat bersama dalam memperkuat tekad pembangunan daerah.
“Momentum hari jadi ke 80, menjadi semakin memantapkan dan meningkatkan serta memperkokoh dan semangat juang kita untuk terus membangun dan menghancurkan Sumsel menjadi provinsi yang terbaik” kata Andie Dinialdie,
Pada HUT Sumsel ke 80 tahun, diharapkan Sumatera Selatan dapat terus berkembang menjadi salah satu provinsi terbaik dengan tetap menjaga kondusivitas daerah sebagai wilayah zero konflik, meski memiliki keberagaman suku, agama, dan profesi di tengah masyarakat.
