• Sen. Jun 8th, 2026

PALTV Memang Punyo Kito

Informasi Terkini Seputar Sumatera Selatan

FESyar Sumatera 2026 Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi untuk Mempercepat Pengembangan Ekonomi Syariah

FESyar Sumatera 2026 dorong kolaborasi dan digitalisasi untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Foto: Humas Pemprov SumselFESyar Sumatera 2026 dorong kolaborasi dan digitalisasi untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Foto: Humas Pemprov Sumsel

PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 di Palembang pada Jumat, 5 Juni 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.

Tema tersebut sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran penting sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah tantangan dan ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga  Usai Dilantik, DPW PSI Sumsel Siapkan Struktur Partai hingga Tingkat Ranting untuk Menyongsong Pemilu 2029
Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Foto: Humas Pemprov Sumsel
Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Foto: Humas Pemprov Sumsel

Menurutnya, sektor ini mampu mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif sekaligus berkelanjutan.

Prospek Ekonomi Syariah Dunia

Destry menjelaskan bahwa prospek ekonomi syariah dunia masih menunjukkan perkembangan yang positif.

Pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) diperkirakan tetap kuat sepanjang 2025 hingga 2026, didukung meningkatnya kebutuhan terhadap produk halal dan semakin berkembangnya industri halal global.

Baca Juga  Usai Berolahraga, Pangdam Tinjau Progres Rehab Rumah Dinas Perwira

Selain itu, aset keuangan syariah dunia juga terus bertambah dan diproyeksikan mencapai sekitar USD 9,72 triliun pada tahun 2029.

Peluang Besar Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Destry Damayanti menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat ekonomi syariah dunia.

Di Sumatera Selatan sendiri, jumlah penduduk muslim yang mencapai sekitar 7,72 juta jiwa atau lebih dari 97 persen populasi.

Baca Juga  Kejati Sumsel Geledah Kantor KUPP Sungai Lumpur, Sita 17 Bundel Dokumen SPB

Jumlah penduduk muslim tersebut menjadi modal yang sangat potensial dalam pengembangan berbagai sektor ekonomi syariah, mulai dari industri halal, layanan keuangan syariah, pemberdayaan pesantren, hingga pengelolaan zakat dan wakaf produktif.

Lebih lanjut, Destry Damayanti menegaskan bahwa FESyar tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran.

Menurutnya, FESyar juga menjadi sarana implementasi kebijakan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, seperti pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, pesantren, pemerintah, regulator, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

“FESyar bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, lembaga pembiayaan, pasar, pesantren, serta masyarakat dalam ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi,” ujar Destry Damayanti.

Baca Juga  Nama Besar Sriwijaya FC Jadi Magnet Pelatih untuk Bergabung
Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan. Foto: Humas Pemprov Sumsel
Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan. Foto: Humas Pemprov Sumsel

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Selatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar Sumatera 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antarinstansi dalam mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

Gubernur Herman Deru juga menyoroti sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Seperti Program 100.000 Sultan Muda dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to Pesantren, yang dinilai sejalan dengan upaya mencetak generasi muda dan pesantren yang mandiri, kreatif, produktif, serta memiliki daya saing tinggi.

Baca Juga  Kemenkum Sumsel Harmonisasi Raperda dan Raperbup Muara Enim

FESyar Sumatera 2026 Hadirkan 3 Pilar Utama

Pelaksanaan FESyar Sumatera 2026 yang berlangsung pada 5-7 Juni 2026 menghadirkan tiga pilar utama, yaitu Sharia Fair, Sharia Education, dan Sharia Economic Forum.

Beragam agenda diselenggarakan, mulai dari pameran produk halal, kegiatan business matching, seminar, pelatihan, kompetisi ekonomi syariah, hingga edukasi bagi masyarakat.

Sebanyak 73 merek UMKM dari 13 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di wilayah Sumatera turut ambil bagian dalam Halal Mart untuk memperluas jangkauan pasar produk halal unggulan daerah.

Baca Juga  Dukung Layanan Publik yang Responsif, Kemenkum Sumsel Ikuti Forum Pengaduan Bersama Menteri Hukum
Bambang Pramono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan. Foto: Humas Pemprov Sumsel
Bambang Pramono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan. Foto: Humas Pemprov Sumsel

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono menjelaskan bahwa fokus utama FESyar 2026 adalah memperkuat ekosistem halal, memperluas akses terhadap layanan keuangan syariah, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah.

Menurutnya, kemajuan ekonomi syariah membutuhkan kerja sama lintas sektor yang didukung oleh transformasi digital agar lebih adaptif, inklusif, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Bambang menambahkan bahwa pengembangan ekonomi syariah juga selaras dengan arah pembangunan daerah melalui Program 100.000 Sultan Muda.

Oleh karena itu, berbagai kegiatan dalam FESyar diharapkan dapat melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang inovatif, kompetitif, dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip ekonomi syariah.

Baca Juga  PLN Ogan Ilir Bergerak Cepat Pulihkan Gangguan Listrik PT SPF, Produksi Kembali Berjalan Normal

Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah di Sumatera Selatan

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Sumatera Selatan, Bank Indonesia terus mendorong pengembangan tiga model bisnis unggulan daerah.

Yaitu PESAT yang berfokus pada penguatan ekonomi pesantren berbasis pangan, UNGGUL untuk optimalisasi wakaf produktif berbasis komoditas unggulan, serta BERKAH yang mendukung percepatan sertifikasi halal dan pengembangan destinasi wisata ramah muslim.

Melalui penyelenggaraan FESyar Sumatera 2026, diharapkan kapasitas UMKM dan pesantren semakin meningkat, akses terhadap pembiayaan syariah semakin terbuka, serta kolaborasi antar-pemangku kepentingan semakin erat.

Baca Juga  Rumah Pribadi Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji Terpantau Sepi
FESyar menjadi sarana implementasi kebijakan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Foto: Humas Pemprov Sumsel
FESyar menjadi sarana implementasi kebijakan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Foto: Humas Pemprov Sumsel

Dengan demikian, ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *