Untuk menjaga tren positif ini, ASITA mendorong sejumlah langkah strategis. Mulai dari memperkuat kalender event pariwisata tahunan agar wisatawan dapat merencanakan kunjungan lebih awal, meningkatkan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kota, hingga memaksimalkan promosi digital melalui media sosial, influencer, dan platform perjalanan.

Promosi secara langsung melalui agenda Business to Business bersama agen perjalanan dari berbagai provinsi dan negara juga dinilai tetap penting untuk memperluas pasar wisata Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, pengembangan paket wisata terintegrasi juga terus didorong, mulai dari wisata sejarah Kerajaan Sriwijaya, wisata religi, kuliner khas Pempek, wisata sungai, hingga desa wisata di berbagai wilayah Sumsel.
“Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai daribMemperkuat kalender event pariwisata, Meningkatkan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kota, Memaksimalkan promosi digital, Mengembangkan paket wisata terintegrasi,
Memperkuat konektivitas transportasi, kemudian Meningkatkan kualitas SDM pariwisata, serta Menciptakan ikon wisata baru yang instagramable dan berkelas internasional” tamba Feby Yoland Effendy, ketua DPD ASITA Sumsel.
Feby juga mendorong kolaborasi antar provinsi di Pulau Sumatra melalui program Sumatra Connect, dengan konsep jalur perjalanan lintas Sumatera yang dipromosikan bersama secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, penguatan konektivitas transportasi dan infrastruktur menuju destinasi wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, serta penciptaan ikon wisata baru yang menarik dan berkelas internasional juga menjadi fokus utama agar wisatawan terus datang dan kembali berkunjung ke Sumatera Selatan.
