• Ming. Mei 31st, 2026

PALTV Memang Punyo Kito

Informasi Terkini Seputar Sumatera Selatan

Tren Wisata Sumsel Semester I 2026 Positif, Event Kota Jadi Daya Tarik Baru Wisatawan

PALEMBANG, PALTV.CO.ID- Pada semester 1 hingga Mei 2026, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mencatat perkembangan pariwisata di Sumatera Selatan menunjukkan tren peningkatan yang cukup baik, seiring bertambahnya aktivitas perjalanan dan berbagai agenda wisata yang digelar di sejumlah daerah.

Bahkan tren pertumbuhan telah terlihat sejak tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan nusantara ke Sumatera Selatan pada periode Januari hingga Juli 2025 meningkat sekitar 57,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, untuk angka keseluruhan semester pertama tahun 2026, ASITA menyebut masih menunggu data resmi dan rekapitulasi lengkap dari Dinas Pariwisata dan BPS agar perbandingan pertumbuhan dapat dihitung secara lebih akurat.

Feby Yoland Effendy, Ketua DPD ASITA Sumsel mengatakan, Salah satu faktor yang dinilai turut mendorong peningkatan kunjungan adalah hadirnya event perkotaan seperti Car Free Night dan Car Free Day di Palembang. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang aktivitas masyarakat lokal, tetapi juga menghadirkan atraksi wisata kota yang menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.

Baca Juga  HDCI Palembang Tebar Kepedulian Lewat Kurban, Rayakan Iduladha dan HUT HDCI ke-36 dengan Berbagi

Ramainya kawasan publik melalui kegiatan seni, budaya, kuliner, hingga hiburan terbuka memberi dampak berantai terhadap pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, okupansi hotel, hingga aktivitas transportasi. Kondisi ini menunjukkan wisatawan saat ini tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman dan suasana kota yang hidup.

“Event seperti CFN (Car Free Night) dan CFD (Car Free Day) bukan hanya menjadi ruang aktivitas masyarakat lokal, tetapi juga menciptakan atraksi wisata perkotaan yang menarik bagi pengunjung dari luar daerah, kegiatan tersebut memberikan efek berantai terhadap sektor UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, serta meningkatkan okupansi hotel dan aktivitas transportasi.” Ujar Feby Yoland Effendy.

Selain itu, Car Free Night dan Car Free Day dinilai menjadi alternatif hiburan yang dekat dan terjangkau di tengah perubahan perilaku wisatawan. Kenaikan harga avtur dan bahan bakar, serta dinamika global di kawasan Timur Tengah, membuat sebagian masyarakat memilih liburan jarak dekat dengan biaya yang lebih efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *