Dalam ajaran Islam, kebersihan bukan sekadar urusan sanitasi, melainkan bagian tak terpisahkan dari iman (at-tahuru syathrul iman). Habib Ali Karor menekankan bahwa seorang muslim yang bertakwa harus mencerminkan kebersihan dan keindahan, baik secara lahiriah maupun batiniah (4:06 – 11:34).
1. Keindahan Zahir dan Sunnah Rasulullah
Islam tidak hanya mementingkan kesucian hati, tetapi juga penampilan yang rapi dan bersih. Habib Ali menjelaskan konsep khisalul fitrah—tata cara menjaga kebersihan diri yang diajarkan Rasulullah, seperti merapikan rambut, kumis, dan jenggot. Menariknya, Rasulullah SAW selalu tampil sederhana namun bersih dan indah, sehingga tidak ada sahabat yang melihat beliau dalam keadaan acak-acakan atau berbau tidak sedap (12:43 – 14:15).
2. Kebersihan Lingkungan dan Rumah Tangga
Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah. Ketika ditanya oleh sahabat mengenai perilaku Rasulullah di rumah, Siti Aisyah menjawab bahwa beliau aktif membantu pekerjaan rumah tangga, seperti menyapu dan merapikan tempat tidur (27:00 – 28:20). Hal ini menjadi pelajaran penting bagi suami bahwa membantu istri bukanlah hal yang mengurangi derajat, melainkan bentuk kasih sayang dan pengamalan sunnah yang berpahala.

