PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Pada Triwulan I Tahun 2026, realisasi investasi di Sumatera Selatan (Sumsel) tercatat mencapai Rp12,96 triliun.
Dengan Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp10,43 triliun atau sekitar 80,48 persen.
Hal tersebut didorong oleh berbagai sektor investasi di Sumsel, di antaranya sektor pertambangan yang menyumbang Rp2,7 triliun, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar Rp2,07 triliun.
Kemudian industri makanan Rp1,62 triliun, industri kimia dan farmasi Rp1,47 triliun serta sektor konstruksi sebesar Rp894 miliar.

Bahkan, menurut Kepala Kelompok Kerja Data dan Informasi DPMPTSP Sumsel, Eko Agusrianto, capaian PMDN pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan peningkatan sebesar 5,99 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
“Jika kita lihat dari perkembangan PMDN yang menjadi kewenangan kita pada TW I tahun ini, ada kenaikan 5,99 persen secara year on year (YoY),” kata Eko Agusrianto.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) pada Triwulan I Tahun 2026 baru mencapai Rp2,54 triliun atau menurun sekitar 34,54 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, salah satu faktor disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global.
Sektor penyumbang tertinggi PMA meliputi industri kertas dan percetakan sebesar Rp1,20 triliun, listrik, gas, dan air sebesar Rp407 miliar, kehutanan Rp181 miliar, industri makanan Rp145 miliar, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp131 miliar.

“Secara keseluruhan, realisasi investasi di Sumsel pada TW I Tahun 2026 mencapai 17,58 persen dari target nasional dan 28,37 persen dari sasaran RPJMD,” kata Eko Agusrianto.
Sementara itu, target investasi Sumsel berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2026 mencapai Rp 44,63 triliun.
Adapun target dari BKPM (Kementerian Investasi dan Hilirisasi) sebesar Rp 73,70 triliun.

