PALEMBANG, PALTV.CO.ID- Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang menembus angka Rp17.500 dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional.
Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan dolar, situasi geopolitik dunia, hingga arus modal keluar dari Indonesia.
Saat ditemui disela kegiatannya pada Rabu (13/05/2026) Pengamat ekonomi, Muhammad Ichsan Hajri, mengatakan menguatnya dolar dipicu meningkatnya minat investor menempatkan dananya pada aset aman seperti dolar dan emas di tengah memanasnya kondisi geopolitik dunia.
“Karena memang kondisi geopolitik juga, kita tahu masih ada perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sehingga beberapa investor ini tidak mengambil risiko, sehingga dia mengalihkan investasinya itu ke dolar dan emas,” kata Muhammad Ichsan Hajri.
Selain faktor geopolitik, meningkatnya kebutuhan dolar di Indonesia untuk impor dan pembayaran utang luar negeri juga menjadi penyebab menguatnya mata uang Amerika Serikat tersebut.

“Kebutuhan akan dolar di Indonesia itu meningkat untuk kebutuhan impor, kebutuhan pembayaran utang luar negeri, dan lain-lain. Sehingga menyebabkan dolar semakin kuat,” ujarnya.
