PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Kebutuhan perumahan di Provinsi Sumatera Selatan masih tergolong tinggi.
Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Selatan, jumlah keluarga yang belum memiliki rumah (backlog) tercatat mencapai 429 ribu Kepala Keluarga.
Selain itu, terdapat sekitar 195 ribu unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di berbagai Kabupaten dan Kota di Sumatera Selatan.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Daerah dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.
Kepala Dinas Perkim Sumatera Selatan Novian Aswardani mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya menekan angka backlog, sekaligus memperbaiki kualitas rumah tidak layak huni melalui berbagai program perumahan.

“Pemerintah terus berupaya menekan angka backlog dan memperbaiki rumah tidak layak huni melalui berbagai program perumahan. Salah satunya melalui Program Gebrak Rutilahu atau Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah tetapi juga mengajak BUMN, BUMD, hingga sektor swasta,” ujar Novian Aswardani.
Kadis Perkim Sumsel menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan merenovasi sebanyak 6.121 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 17 Kabupaten dan Kota sepanjang tahun 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari dukungan daerah terhadap target nasional penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Langkah tersebut sebagai dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menyukseskan program pemerintah pusat, dalam mewujudkan bantuan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat mempercepat penanganan backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Sumatera Selatan.

