PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Permasalahan sampah di pinggiran Sungai Musi hingga kini masih menjadi keluhan warga.
Tumpukan sampah rumah tangga, plastik hingga pakaian bekas terlihat memenuhi kawasan pinggiran sungai mulai dari 9-10 Ulu hingga 13 Ulu, membuat pinggiran Sungai Musi terlihat kumuh.,
Berdasarkan pantauan PALTV pada Kamis, 14 Mei 2026, kondisi pinggiran Sungai Musi tampak kumuh.
Selain sampah yang menumpuk di tepian sungai, tanaman air juga terlihat semakin banyak menutupi aliran sungai sehingga mengurangi keindahan kawasan tersebut.

Warga sekitar mengaku persoalan sampah di kawasan Sungai Musi bukanlah hal baru. Meski pembersihan rutin telah dilakukan secara gotong royong, tumpukan sampah terus kembali muncul dalam waktu singkat.
Upaya Bersih Sungai Musi Belum Maksimal
Salah seorang warga, Amin, mengatakan masyarakat sekitar sebenarnya rutin mengadakan kegiatan pembersihan lingkungan di kawasan pinggiran sungai setiap minggu.
Namun, upaya tersebut dinilai belum maksimal karena sampah kembali menumpuk hanya dalam beberapa hari.
“Setiap minggu kami bersama warga membersihkan pinggiran Sungai Musi ini. Sampah diangkut dan dikumpulkan supaya kawasan terlihat bersih.

Tapi biasanya baru dua hari setelah dibersihkan, sampah sudah datang lagi dan menumpuk seperti semula,” ujar Amin.
Menurut Amin, sampah yang menumpuk tidak hanya berasal dari warga sekitar yang masih membuang sampah sembarangan, tetapi juga berasal dari kiriman arus Sungai Musi saat kondisi pasang surut.
“Masih ada masyarakat yang buang sampah langsung ke sungai. Selain itu, saat air pasang dan surut, sampah dari daerah lain ikut terbawa arus lalu menumpuk di pinggiran sini,” katanya.
Amin berharap pemerintah dapat lebih serius melakukan pengawasan dan pembersihan rutin agar kondisi Sungai Musi tetap terjaga.

“Kami berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi ini. Kalau bisa ada pengawasan lebih ketat untuk warga yang buang sampah sembarangan dan pembersihan dilakukan rutin setiap hari supaya kawasan Sungai Musi tetap bersih dan nyaman,” tambahnya.
Sungai Bukan Tempat Sampah
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Fajri. Ia mengaku prihatin melihat kondisi pinggiran Sungai Musi yang dipenuhi sampah hampir setiap waktu.
“Kami sebagai warga tentu ingin lingkungan di sekitar Sungai Musi ini bersih dan nyaman. Apalagi sungai ini menjadi salah satu ikon Kota Palembang,” ungkap Fajri.
Menurutnya, persoalan sampah yang terus berulang membuat warga merasa upaya pembersihan yang dilakukan belum memberikan hasil maksimal.
“Setelah dibersihkan, tidak lama kemudian sampah datang lagi. Jadi seperti rutinitas yang terus berulang. Kalau kesadaran masyarakat masih rendah, kondisi seperti ini akan terus terjadi,” katanya.

Fajri berharap adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan Sungai Musi agar lingkungan tetap sehat dan indah dipandang.
“Kami berharap masyarakat juga punya kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai. Kalau semua menjaga bersama, tentu Sungai Musi bisa terlihat lebih bersih dan nyaman,” tutupnya.

