PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Sejumlah pengusaha jasa travel antar-Kabupaten di Sumatera Selatan mengaku terdampak langsung oleh antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Kondisi tersebut menyebabkan waktu perjalanan penumpang menjadi lebih lama dan mengganggu jadwal keberangkatan travel.
Salah satu pelaku jasa travel, Rudi Antoni, mengatakan meski harga BBM mengalami kenaikan, tarif tiket travel masih belum mengalami perubahan.
Tarif perjalanan tujuan Muara Enim tetap sebesar Rp120 ribu, sedangkan tujuan Lahat Rp130 ribu.
Namun demikian, menurut Rudi, durasi perjalanan kini bertambah sekitar satu hingga dua jam akibat antrean panjang kendaraan saat pengisian BBM di SPBU.

“Harga tiket masih tetap, belum ada kenaikan. Tapi perjalanan sekarang lebih lama karena harus antre solar di SPBU, bisa bertambah satu sampai dua jam,” ujar Rudi Antoni.
Pelaku jasa travel lainnya, Ari, mengungkapkan hal serupa. Ia menyebut antrean solar semakin panjang karena pengisian BBM dibatasi pada jam tertentu sehingga waktu operasional travel ikut terganggu.
Menurut Ari, kondisi tersebut membuat jadwal keberangkatan tidak menentu dan menyebabkan sebagian penumpang membatalkan perjalanan karena keterlambatan.
“Antrean solar sekarang dibatasi jam tertentu, jadi kami harus menunggu lebih lama. Akibatnya jadwal keberangkatan terganggu dan ada penumpang yang membatalkan tiket,” kata Ari.

Para pelaku usaha travel berharap pemerintah dan pihak terkait dapat meninjau kembali pengaturan distribusi BBM, khususnya solar, agar aktivitas transportasi antar kabupaten di Sumatera Selatan tetap berjalan lancar tanpa penambahan waktu perjalanan yang signifikan.

