Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama dengan pembacaan Maulid Burdah yang diikuti ratusan jamaah. Pembacaan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung penuh khidmat dan menjadi pembuka yang sarat makna spiritual. Jamaah tampak larut dalam lantunan shalawat dan doa yang dipimpin para habaib dan tokoh agama.

Selanjutnya, panitia juga menggelar bakti sosial berupa khitanan massal yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan sosial ini mendapat sambutan hangat dari warga karena dinilai sangat membantu dan menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang diajarkan almarhum semasa hidupnya. Tidak sedikit masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya program tersebut.
Pada malam harinya, para jamaah mengikuti ziarah ke makam almarhum di TPU Kandang Kawat. Suasana haru menyelimuti prosesi ziarah ketika para jamaah bersama-sama memanjatkan doa untuk almarhum.
Banyak jamaah mengaku mengenang kembali nasihat, keteladanan, dan perjuangan dakwah As Syeikh KH Ali Umar Thoyib yang selama hidupnya dikenal sederhana serta dekat dengan masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an yang menjadi bagian dari ibadah dan doa bersama untuk almarhum. Para santri, ulama, dan jamaah bergantian membaca ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk penghormatan dan pengiriman doa kepada pendiri Majelis Taklim Al Awwabin tersebut.
Puncak peringatan haul digelar pada Minggu, 17 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB. Ribuan jamaah memadati lokasi utama acara untuk mengikuti tausiyah agama yang disampaikan oleh Habib Rafiq Gatmir Alkaf, yang merupakan murid langsung almarhum. Dalam tausiyahnya, Habib Rafiq mengajak seluruh jamaah untuk meneladani perjuangan dan akhlak As Syeikh KH Ali Umar Thoyib dalam berdakwah serta menjaga persatuan umat.
Menurutnya, sosok almarhum merupakan ulama yang istiqamah menyebarkan dakwah dengan kelembutan dan kasih sayang. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk terus diterapkan di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi majelis ilmu dan memperkuat kecintaan kepada ulama sebagai penerus perjuangan Rasulullah SAW.
