PALTV

News

Padamkan Kebakaran Lahan Gambut Dengan Metode Paku Bumi

Padamkan Kebakaran Lahan Gambut Dengan Metode Paku Bumi
November 14
09:53 2015
FacebookTwitterGoogle+Share

Usaha pemadaman kebakaran di lahan gambut Sumsel kini semakin mudah sebab, Tim Satgas Sumsel telah menemukan cara untuk memadamkan api dikedalaman tanah gambut yang selama ini sulit dipadamkan.

Willem Rampangilei – kepala BNPB mengatakan penggunaan paku bumi menjadi cara ampuh untuk pemadaman api dikedalaman 10 meter lahan gambut.

Ia menilai api masih ada dibawah permukaan lahan gambut setelah dipelajari dengan menyemprotkan dipermukaan ternyata tidak masuk ke dalam baik dengan cara manual, waterbombing, lokalisasi sekat bakar dan kanal bersekat sehingga saat ini mereka menggunakan paku bumi.

Metode paku bumi ini adalah alat untuk memadamkan api berupa pipa besi sepanjang satu setengah meter, ujungnya runcing sehingga mudah ditekan masuk ke bawah kemudian di setiap sisi pipa dilubangi agar air bisa ke luar dari berbagai arah.

Sebelum paku bumi ditancapkan satgas mendeteksi titik api menggunakan kamera thermal jika terdeteksi adanya api dengan panas diatas 150 derajat celcius mereka akan langsung menyuntikkan paku bumi ke lahan tersebut.

Setelah disuntikkan dan dialiri air uap dan asap langsung ke luar dan terdeteksi temperatur tanah langsung menurun drastis.

Metode paku bumi ini merupakan ide dari Tim Satgas Afrika Selatan yang disewa oleh PT. Sinar Mas karena Satgas Afrika Selatan sering menggunakan paku bumi untuk mengatasi kebakaran lahan yang memiliki kasus sama dengan Sumsel.

Tim pemadam kebakaran Afrika Selatan menggunakan air dicampur zat kimia sehingga pemadamannya lebih cepat, pipa besi paku bumi berdiameter sekitar 15 meter dan butuh waktu 6 jam pemadaman.

JULIUS LUMBAN GAOL – PAL TV

1,541 total views, 1 views today

Tags

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

VIDEO