PALEMBANG, PALTV.CO.ID – Masjid Besar Nurhidayah Palembang menyiapkan ratusan paket daging kurban untuk masyarakat pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Panitia kurban Masjid Besar Nurhidayah Palembang telah menerima sebanyak 12 ekor sapi dan 9 ekor kambing pada hari Kamis, 28 Mei 2026.
Ketua Masjid Besar Nurhidayah Oktiandi mengatakan, jumlah hewan kurban tersebut masih berpotensi bertambah hingga hari pelaksanaan penyembelihan.
“Alhamdulillahirabbil’alamin, tahun ini tahun 1447 Hijriah, kami pengurus masjid kembali dipercaya masyarakat sekitar untuk menyembelih hewan kurban. Sampai pagi hari ini tercatat sebanyak 12 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Karena pelaksanaannya besok, kemungkinan jumlahnya masih bisa bertambah,” katanya.

Oktiandi menjelaskan, dari 12 ekor sapi tersebut, sebanyak 9 ekor merupakan sapi patungan atau arisan kurban. Sedangkan 3 ekor lainnya berasal dari keluarga dan warga sekitar.
“Untuk kambing juga demikian, ada yang berasal dari masyarakat sekitar komplek dan ada juga dari kecamatan lain yang dekat dengan masjid kami. Setiap tahun mereka mempercayakan kepada kami untuk menyembelih dan membagikan hewan kurban mereka,” terang Oktiandi.
Pembagian Daging Kurban Sesuai Syariat
Menurut Oktiandi, pembagian daging kurban dilakukan sesuai syariat dan diprioritaskan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dan sesuai syariat, pembagian daging kurban dilakukan kepada yang berkurban, lingkungan sekitar, dan masyarakat yang membutuhkan,” tutur Oktiandi.
Menurut Oktiandi, panitia juga sudah menyiapkan kupon untuk penerima daging kurban melalui RT setempat.
“Kami juga telah menyiapkan kupon melalui RT setempat agar pembagian lebih efektif dan tidak menimbulkan kerumunan. Namun masyarakat dari luar yang datang ke masjid tetap akan kami layani. Target penerima daging kurban tahun ini sekitar 600 sampai 700 orang,” ungapnya.
Oktiandi menilai antusiasme masyarakat untuk berkurban pada Iduladha tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Makna Iduladha tahun ini tentu menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi. Mungkin karena kesejahteraan meningkat, sehingga keinginan untuk berkurban juga bertambah,” kata Oktiandi.

Selain itu, Oktandi merasa bahwa masyarakat berharap mendapatkan ridho Allah SWT dengan meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Harapannya seluruh amal ibadah para pekurban diterima dan diberikan kelapangan dalam beribadah kepada Allah SWT,” katanya.
Evaluasi Pelaksanaan Kurban
Oktiandi menambahkan, pihak masjid akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan kurban berjalan lebih baik setiap tahunnya.
“Dalam pelaksanaannya tentu setiap tahun kami melakukan evaluasi, baik dari sisi penyembelihan maupun pembagian daging kurban. Kami berharap setiap tahun ada perbaikan-perbaikan, karena dalam setiap pelaksanaan pasti ada kekurangan. Mudah-mudahan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutupnya.

Sementara itu, Imam dan Khotib Masjid Besar Nurhidayah Zaimuddin mengingatkan pentingnya seorang anak menghargai perjuangan kedua orang tua.
“Inti sari dari khutbah yang disampaikan tadi adalah bagaimana seorang anak harus mampu mengakui dan memahami perjuangan kedua orang tuanya. Ketika seorang anak sudah besar, jangan sampai melupakan perjuangan orang tua yang telah berkorban sejak mereka kecil. Mulai dari mendidik, membesarkan hingga memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan anak-anaknya,” ujarnya.
Menurut Zaimuddin, banyak pengorbanan orang tua yang sering kali tidak disadari oleh anak-anaknya sendiri.

“Sering kali pengorbanan orang tua tidak diketahui oleh anak itu sendiri. Padahal, begitu banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan demi masa depan anak-anak mereka. Karena itu, sudah seharusnya seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan tersebut,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyaluran hewan kurban secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kemudian dalam momentum Iduladha tahun ini, di tengah adanya istilah efisiensi, masyarakat maupun pengurus masjid yang menyalurkan hewan kurban diharapkan lebih selektif, lebih terarah, dan tepat sasaran dalam pendistribusiannya. Hewan kurban harus benar-benar diberikan kepada masyarakat yang memang layak dan membutuhkan,” tutupnya.

