• Sab. Mei 23rd, 2026

PALTV Memang Punyo Kito

Informasi Terkini Seputar Sumatera Selatan

Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Narkoba, KAI Divre III Palembang Gandeng BNN Provinsi Sumsel

PALTV.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang berkolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkotika, Prekursor Narkotika, dan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi para pekerja di lingkungan KAI Divre III Palembang.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika, khususnya di sektor transportasi publik yang sangat mengutamakan aspek keselamatan.

“Kolaborasi bersama BNN Provinsi Sumatera Selatan ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sejak dini, khususnya di lingkungan kerja KAI Divre III Palembang. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta memastikan seluruh petugas bekerja dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh narkotika,” ujar Aida.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para pekerja diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik, mental, serta dampaknya terhadap produktivitas dan keselamatan kerja.

Selain itu, para pekerja juga dibekali pengetahuan untuk menghindari zat adiktif dan membangun kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan profesional.

Baca Juga  Pangdam II/Sriwijaya Perkuat Silaturahmi dengan Insan Pers melalui Olahraga Bersama

Dalam materi yang disampaikan oleh BNN Provinsi Sumatera Selatan, tercatat prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai sekitar 4,15 juta jiwa pada tahun 2025.

Untuk kelompok usia 15 hingga 24 tahun, prevalensinya mencapai 2,53 persen, kelompok usia 25 hingga 49 tahun sebesar 2,24 persen, dan kelompok usia 50 hingga 64 tahun sebesar 1,40 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman penyalahgunaan narkotika masih menjadi perhatian serius, terutama bagi usia produktif.

Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan pemeriksaan tes urine narkoba secara acak kepada 42 pekerja yang hadir dalam kegiatan tersebut, yang mayoritas masih berada pada usia produktif. Pada pemeriksaan kepada 42 pekerja tersebut juga menunjukkan hasil negatif tidak ada penyalahgunaan narkotika.

Dalam pemeriksaan tersebut, terdapat enam parameter yang digunakan pada alat tes urine untuk mendeteksi kandungan Amphetamine (AMP), Morphine/Opiate (MOP), Marijuana (THC), Cocaine (COC), Methamphetamine (MET), dan Benzodiazepine (BZD). Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta menunjukkan hasil negatif pada alat tes urine tersebut.

“Hasil ini menjadi bukti bahwa para pekerja KAI Divre III Palembang bebas dari penyalahgunaan narkotika. Pemeriksaan ini penting untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api dan memastikan setiap petugas yang berdinas berada dalam kondisi prima, sadar penuh, serta tidak berada di bawah pengaruh zat terlarang,” tambah Aida.

Baca Juga  PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatera

KAI menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan. Pemeriksaan narkoba dilakukan untuk memastikan awak sarana perkeretaapian seperti masinis, asisten masinis, kondektur, serta petugas operasional lainnya tidak mengalami penurunan konsentrasi akibat pengaruh narkotika yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

Selain sebagai langkah deteksi dini guna mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan kerja, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan dalam menciptakan budaya kerja yang disiplin, profesional, dan bersih dari narkotika.

“Kami berkomitmen untuk terus menjamin keselamatan dan kenyamanan pelanggan dengan memastikan seluruh pekerja berada dalam kondisi sehat dan bebas dari narkoba. Keselamatan perjalanan kereta api tidak dapat ditawar dan menjadi prioritas utama perusahaan,” tutup Aida.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *